BRMP SDLP Dukung Penyusunan Peta Arahan Pemanfaatan Hutan Melalui Pendekatan Kesesuaian Lahan
Bogor, 10 November 2025 – Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP), Asdianto, menjadi narasumber dalam kegiatan penyusunan Peta Arahan Pemanfaatan Hutan untuk Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PAPH) Tahun 2026 yang berlangsung di Bogor. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Analisis Kesesuaian Lahan untuk Penyusunan Peta Arahan Pemanfaatan Hutan.”
Dalam paparannya, Asdianto menjelaskan bahwa penerapan teknologi pertanian modern kini mampu meningkatkan potensi lahan yang sebelumnya dianggap kurang produktif. Lahan dengan kelas kesesuaian aktual rendah dapat ditingkatkan menjadi kesesuaian potensial melalui berbagai inovasi, seperti perbaikan drainase, pengelolaan tanah, serta rekayasa dan konservasi lahan yang tepat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua lahan dapat diperbaiki dengan mudah. Beberapa kondisi, seperti kemiringan ekstrem dan tanah yang sangat rentan terhadap erosi, masih menjadi tantangan besar dari sisi teknis maupun ekonomi. Situasi tersebut memerlukan strategi pengelolaan yang hati-hati dan berbasis konservasi.
Lebih lanjut, Asdianto menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek bahaya erosi (eh) dalam penilaian kesesuaian lahan di kawasan kehutanan. Aspek ini menjadi faktor kunci dalam menjaga kelestarian ekosistem serta memastikan fungsi ekologis hutan tetap terpelihara secara berkelanjutan. “Pemanfaatan hutan untuk kegiatan usaha harus tetap berlandaskan pada prinsip konservasi. Jangan sampai fungsi ekologis hutan dikorbankan demi produktivitas sesaat,” tegasnya.
Penyusunan peta arahan pemanfaatan hutan ini diharapkan dapat menjadi panduan strategis dalam proses pemberian izin usaha berbasis lahan, sehingga pemanfaatan sumber daya hutan dapat dilakukan secara berkelanjutan, dengan keseimbangan antara aspek ekonomi, ekologi, dan sosial.