Perkuat Rantai Nilai Jagung melalui KMP iCARE di Minahasa Utara
Minahasa Utara, 11-13 Agustus 2026 – Upaya memperkuat produktivitas dan nilai tambah komoditas jagung terus dilakukan melalui sinergi lintas unit kerja Kementerian Pertanian. Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) bersama BRMP Tanaman Pangan melakukan koordinasi dengan BRMP Sulawesi Utara dalam rangka pelaksanaan Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) melalui dukungan program iCARE.
KMP menjadi salah satu sarana pelayanan inovasi dan teknologi pertanian yang hadir lebih dekat dengan petani. Melalui fasilitas iCARE yang dikoordinasikan BRMP Tanaman Pangan, BRMP SDLP turut berkontribusi dalam pendampingan komoditas jagung di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya di Kecamatan Kema.
Koordinasi tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Balai Besar BRMP Sulawesi Utara, Steivie Karouw. Ia menyampaikan bahwa Minahasa Utara memiliki potensi besar pada komoditas jagung dan kelapa. Kehadiran KMP diharapkan mampu memperluas jangkauan inovasi pertanian, termasuk kepada petani di luar kawasan iCARE seperti di Kecamatan Kema, sehingga teknologi modern yang dihasilkan BRMP dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh petani.
Koordinasi dilanjutkan dengan diskusi bersama tim kerja penyuluhan Kabupaten Minahasa Utara untuk menggali kondisi dan potensi sumber daya lahan di Kecamatan Kema. Hasil diskusi menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi pertanian yang beragam, meliputi pertanaman jagung, padi ladang, serta perkebunan kelapa.
Tim BRMP SDLP juga melakukan tinjauan lapang ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kema dan lahan jagung milik petani yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani. Dari hasil kunjungan, diketahui bahwa kondisi kekeringan saat ini menjadi salah satu kendala dalam memulai pertanaman jagung. Sebagian lahan masih berada pada tahap panen dan pengolahan tanah sambil menunggu datangnya hujan.
Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam merancang pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan petani. Beberapa alternatif teknologi pengelolaan sumber daya lahan yang teridentifikasi antara lain pemupukan spesifik lokasi, pengolahan tanah minimum, serta strategi pemeliharaan lahan yang hemat air.
Melalui KMP, BRMP SDLP akan mendorong penerapan teknologi sumber daya lahan yang adaptif terhadap kondisi setempat. Pendampingan tidak hanya diarahkan untuk mengatasi kendala budidaya, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi penggunaan sumber daya, dan pada akhirnya meningkatkan nilai tambah yang diterima petani.