Sosialisasi Online #4: Modernisasi Pertanian di Lahan Rawa sebagai Upaya Peningkatan Produksi Padi
Bogor, 19 Mei 2026 – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) bersama Balai Perakitan dan Pengujian Lahan Rawa kembali menggelar sosialisasi online seri #4 bertajuk “Modernisasi Pertanian di Lahan Rawa sebagai Upaya Peningkatan Produksi Padi”. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi informasi dan pengetahuan terkait penerapan inovasi serta teknologi pertanian modern pada pengelolaan lahan rawa guna mendukung peningkatan hasil produksi padi secara berkelanjutan.
Sosialisasi ini menghadirkan Dr. Mawardi, SP., M.Sc sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya luasnya wilayah pertanian di Indonesia yang membutuhkan pengelolaan lebih efektif dan efisien. Selain itu, perkembangan teknologi juga mengubah pola minat generasi muda yang kini cenderung lebih tertarik pada penggunaan alat modern dan teknologi digital dibandingkan metode pertanian konvensional yang mengharuskan terjun langsung ke lahan.
Mawardi menyampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah yang dapat menjawab tantangan tersebut. Pemanfaatan mekanisasi dan teknologi digital dinilai mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih produktif, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian.
Dalam pemaparannya, Mawardi juga menyoroti besarnya potensi lahan rawa sebagai sumber pengembangan pertanian di masa mendatang. "Lahan rawa merupakan salah satu lahan yang murah dan mudah untuk dikonversi menjadi lahan sawah, sebagai lumbung padi masa depan," ujarnya.
Lahan rawa memiliki sejumlah potensi sebagai lahan pertanian, di antaranya ketersediaan air yang melimpah, kondisi topografi yang relatif datar, serta aksesibilitas yang cukup baik melalui jalur sungai sebagai alur transportasi. Kondisi tersebut dinilai dapat membantu menekan biaya pembangunan infrastruktur pertanian. Selain itu, kepemilikan lahan pada kawasan rawa juga dinilai cukup ideal, dengan rata-rata luas mencapai 2–3 hektar per rumah tangga petani sehingga mendukung skala usaha tani yang lebih produktif.
Meski demikian, Mawardi menegaskan bahwa upaya pembukaan lahan pertanian dalam skala luas tetap harus memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Pengembangan lahan rawa perlu dilakukan secara bijaksana melalui pengelolaan yang tepat agar pemanfaatannya dapat berjalan seimbang antara peningkatan produksi pertanian dan upaya menjaga ekosistem.