Slag: Dari Limbah Jadi Solusi Cerdas untuk Tanah Subur
Bogor, 28 April 2026 – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) kembali menggelar sosialisasi online seri #3 bersama BRMP Tanah dan Pupuk yang bertajuk “Slag dalam Budidaya Tanaman: Mekanisme dan peluang pemanfaatannya”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait potensi slag sebagai bahan pembenah tanah dan sumber hara alternatif dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanah dan Pupuk, Ibrahim Adamy Sipahutar, yang menekankan pentingnya inovasi dalam menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian saat ini. “Pemanfaatan sumber daya alternatif seperti slag menjadi salah satu solusi strategis untuk menjaga produktivitas sekaligus kesehatan tanah, serta mendukung konsep pemupukan berimbang” ujarnya.
Sosialisasi ini menghadirkan Dinihari Indah Kusumawati, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa slag merupakan material yang dihasilkan dari pemisahan dan pendinginan proses peleburan besi/baja yang menggunakan teknologi blast furnace (BF) dan basic oxygen furnace (BOF). Slag memiliki potensi besar diantaranya menyediakan unsur hara (Si, Ca, Mg), pembenah tanah (liming agent), serta mampu meningkatkan stabilitas logam berat pada tanah terkontaminasi, mitigasi emisi CH4 dan N2O, serta menyuplai hara Si yang berperan dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres baik biotik maupun abiotik.
Sejalan dengan potensi tersebut, pemanfaatan slag di Indonesia juga telah didukung oleh kerangka regulasi yang jelas. Hal ini tercermin melalui penerapan SNI 9380:2025 yang mengatur standar mutu slag sebagai bahan penyubur tanah. Di samping itu, slag juga telah diklasifikasikan sebagai limbah non-B3 sesuai dengan PP No. 22 Tahun 2021, sehingga penggunaannya dalam bidang pertanian dinilai aman sepanjang dilakukan dengan pengelolaan yang tepat dan sesuai ketentuan.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memperluas wawasan para peserta sekaligus mendorong pemanfaatan slag secara lebih optimal dan bijak sebagai alternatif pembenah tanah. Pemanfaatan slag diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung terwujudnya sistem pertanian yang berkelanjutan di Indonesia.