Diskusi Teknis BRMP SDLP dan Direktorat PDLKWS Perkuat Integrasi Data dalam Pengembangan D3TLH
Bogor, 9 Juli 2026 – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) menerima kunjungan Tim Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor, Kementerian Lingkungan Hidup, dalam kegiatan Diskusi Teknis Pemutakhiran Data dan Informasi Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) di Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Kelompok Perogram dan Perakitan Teknologi BRMP SDLP, Muchamad Wahyu Trinugroho, yang menyambut dengan hangat atas kunjungan tersebut. Selanjutnya, pemaparan disampaikan oleh Tim dari Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor, yang menjelaskan bahwa salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup pada Tahun 2026 adalah pengembangan D3TLH melalui pemutakhiran data dan informasi yang mendukung penyusunannya.
Dalam paparannya pengembangan D3TLH mengacu pada Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Nomor 916 Tahun 2025 yang menetapkan kebijakan nasional mengenai batas kemampuan D3TLH Indonesia. Kebijakan ini sebagai sistem peringatan dini untuk memastikan setiap pembangunan nasional atau daerah tidak melampaui kapasitas dan batas kemampuan alam dalam menopang kehidupan.
Diskusi teknis berfokus pada kebutuhan data dan informasi yang diperlukan dalam pemutakhiran D3TLH. Untuk kegiatan pemutakhiran data, Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor membutuhkan data jenis tanah sebagai salah satu indikator kerentanan terhadap erosi, data kesesuaian lahan dan data komoditas perkebunan, termasuk data kelapa sawit.
Pada kesempatan tersebut, Tim BRMP SDLP menjelaskan bahwa data yang tersedia untuk mendukung kegiatan meliputi Peta Jenis Tanah dan Peta Kesesuaian Lahan. Tim juga menyampaikan bahwa data kesesuaian lahan yang dimiliki saat ini telah disusun untuk sembilan komoditas pertanian, sehingga diperlukan penetapan komoditas yang akan dianalisis sejak awal. Kejelasan tersebut penting untuk memastikan kesesuaian data yang digunakan serta menghindari perbedaan interpretasi dalam proses analisis maupun pemanfaatan hasilnya.
Selain penyediaan data jenis tanah dan kesesuaian lahan, BRMP SDLP turut mengusulkan Peta Agroekosistem sebagai salah satu referensi dalam mendukung analisis. Sebagai data pendukung lainnya, Tim juga merekomendasikan pemanfaatan Peta Rawan Erosi maupun Peta Lahan Kritis yang dikelola oleh Kementerian Kehutanan. Integrasi berbagai data spasial tersebut diharapkan dapat menghasilkan analisis yang lebih komprehensif dalam mengidentifikasi tingkat kerentanan lingkungan serta menjadi dasar yang lebih akurat dalam penyusunan rekomendasi pengelolaan sumber daya lahan.
Sebagai tindak lanjut hasil diskusi, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap kebutuhan data yang diperlukan dalam pengembangan D3TLH. Proses identifikasi tersebut akan menjadi dasar dalam pembahasan lanjutan guna memastikan kesesuaian jenis data, ruang lingkup pemanfaatan, serta peran masing-masing instansi dalam mendukung penyusunan D3TLH. BRMP SDLP juga menegaskan bahwa data yang disediakan merupakan data kualitatif sesuai dengan tugas, fungsi, dan ketersediaan data yang dimiliki.
Dalam pertemuan tersebut juga disepakati bahwa pengembangan D3TLH perlu didukung melalui penguatan kerja sama dan mekanisme pertukaran data antarinstansi pemerintah. Sinergi tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai sumber data sektoral sehingga menghasilkan informasi yang lebih komprehensif, akurat, dan saling melengkapi dalam proses penyusunan D3TLH.