Dukung Program ICARE, BRMP SDLP Rancang Sirkular Ekonomi Jerami Padi di Lampung Selatan
Lampung Selatan, 13–16 Agustus 2026 – Tim Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) melaksanakan koordinasi dan survei persiapan di Kecamatan Natar untuk mendukung Program iCARE melalui Competitive Grant (CG) Penguatan Ekonomi Sirkular. Kegiatan ini menjadi langkah awal penentuan lokasi demplot dan identifikasi sumber daya lahan guna mengoptimalkan pemanfaatan jerami padi, menekan praktik pembakaran, serta mendukung pertanian rendah karbon.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan yang disambut langsung oleh Kepala Bidang Perkebunan, Mashuri. Selanjutnya, tim meninjau lokasi di Desa Bandarejo dan berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan setempat, mulai dari penyuluh pertanian, ketua brigade pangan, fasilitator iCARE, hingga para petani.
Dari hasil survei, terungkap bahwa Kecamatan Natar merupakan kawasan lahan padi terluas di Lampung dengan luas 463 hektare dan produksi rata-rata 6–8 ton per hektare pada Musim Tanam I. Masa panen yang berlangsung dari 10 Agustus hingga akhir bulan ini menghasilkan jerami yang selama ini pemanfaatannya masih terbatas, yakni hanya dibiarkan di lahan, dibenamkan, atau dijadikan pakan ternak tanpa adanya pengolahan kompos secara khusus.
Di sisi lain, Brigade Pangan Natar Agung telah memiliki dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang memadai, seperti traktor roda empat, transplanter, dan traktor roda dua yang beroperasi dengan sistem sewa bergantian. Ketersediaan alsintan dan kondisi eksisting ini menjadi dasar penting bagi tim BRMP SDLP dalam merancang intervensi teknologi pengolahan jerami yang tepat guna, aplikatif, dan mudah diadopsi oleh petani setempat.
Sebagai tindak lanjut, tim akan menyusun rencana detail yang berujung pada pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Jerami Padi, dengan jadwal menyesuaikan konfirmasi panen petani. Melalui program ini, kapasitas petani diharapkan meningkat sehingga emisi gas rumah kaca dari pembakaran jerami dapat ditekan dan penguatan ekonomi sirkular di Lampung Selatan terwujud nyata.