Kepala Balai Besar BRMP SDLP Kawal Percepatan Swasembada Pangan di Sekadau
Sekadau, Kalimantan Barat – Komitmen mewujudkan swasembada pangan nasional membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan luas tanam. Dibutuhkan sinergi antarlembaga, dukungan data yang akurat, serta pendampingan yang berkelanjutan hingga tingkat petani. Berangkat dari komitmen tersebut, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP), Asdianto, memimpin rangkaian koordinasi dan pendampingan percepatan swasembada pangan di Kalimantan Barat pada 30 Juni–3 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan koordinasi ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, yang diterima langsung oleh Kepala BWS Kalimantan I, M. Tahid. Pertemuan membahas penyelarasan data spasial jaringan irigasi rawa sebagai dasar perencanaan pengelolaan tata air yang lebih terpadu. Penguatan data ini menjadi fondasi penting dalam mendukung rehabilitasi dan optimalisasi jaringan irigasi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Selanjutnya, Asdianto melakukan koordinasi dengan Kepala Balai Besar BRMP Kalimantan Barat, Anjar Suprapto, guna mengevaluasi capaian Luas Tambah Tanam (LTT) serta menyusun strategi percepatan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Pembahasan juga mencakup sinkronisasi dukungan terhadap program Optimalisasi Lahan (OPLA) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan di Kalimantan Barat.
Arahan strategis tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pendampingan intensif Tim Satuan Tugas Swasembada Pangan BRMP SDLP di Kabupaten Sekadau. Bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKP3) Kabupaten Sekadau, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta jajaran Kodim 1204/Sanggau, tim melakukan evaluasi perkembangan program, evaluasi Luas Baku Sawah (LBS), peninjauan kondisi pertanaman, evaluasi tata air, hingga identifikasi potensi percepatan tanam.
Pendampingan juga difokuskan pada penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan, termasuk penyusunan data spasial atau poligon lahan sebagai persyaratan pengajuan bantuan pemerintah. Tim BRMP SDLP memberikan bimbingan teknis penyusunan poligon lahan dan pelaporan melalui aplikasi Banper agar proses administrasi dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi OPLA dan CSR untuk mengamati kondisi pertanaman, memverifikasi berbagai kendala, serta merumuskan langkah tindak lanjut bersama pemerintah daerah dan petani. Dialog dengan Brigade Pangan dan para petani menjadi bagian penting dalam memastikan setiap rekomendasi yang disusun sesuai dengan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan.
Asdianto menegaskan bahwa percepatan swasembada pangan harus dibangun melalui sinergi dari tingkat kebijakan hingga implementasi di lapangan. Data yang akurat, tata kelola sumber daya lahan dan air yang baik, serta kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani merupakan fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.