Kepala BRMP SDLP Pimpin Tim Survei Pendahuluan PM-AAS di Merauke, Perkuat Persiapan Pertanian Modern
Merauke, Papua Selatan (14 Juli 2026) – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) terus memperkuat swasembada pangan melalui penerapan teknologi Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS). Sebagai bagian dari persiapan implementasi teknologi tersebut, Kepala Balai Besar BRMP SDLP, Asdianto, memimpin tim gabungan BRMP SDLP, BRMP Tanah dan Pupuk, serta BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian dalam pelaksanaan survei pendahuluan di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada 11–14 Juli 2026.
Kegiatan survei dilaksanakan di Distrik Semangga, meliputi Kampung Waninggap Kai dan Kampung Muram Sari. Lokasi tersebut merupakan kawasan yang direncanakan menjadi penerapan PM-AAS dengan target pengembangan sekitar 1.000 hektare yang terdiri atas lahan cetak sawah baru dan Luas Baku Sawah (LBS) eksisting.
Survei pendahuluan difokuskan pada identifikasi karakteristik tanah dan status hara, penilaian kesiapan jaringan irigasi, serta pengambilan foto udara menggunakan wahana nirawak (drone). Data yang diperoleh akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis dalam mendukung pengelolaan lahan yang lebih presisi, efisien, dan sesuai dengan karakteristik biofisik setempat.
Dalam pelaksanaannya, tim berkoordinasi dan mendapat pendampingan dari BRMP Papua Selatan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta Brigade Pangan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan data lapangan yang diperoleh akurat sekaligus menggambarkan kondisi riil kawasan yang akaln dikembangkan.
Menurut Asdianto, keberhasilan penerapan pertanian modern sangat ditentukan oleh kualitas data dasar yang dimiliki sebelum teknologi diterapkan.
"Survei pendahuluan ini menjadi langkah penting untuk memperoleh informasi mengenai kondisi tanah, kandungan hara, kesiapan jaringan irigasi, serta gambaran spasial kawasan melalui foto udara. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi teknis sehingga implementasi PM-AAS dapat berjalan secara tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian," ujarnya.
Survei pendahuluan ini bertujuan menghasilkan informasi teknis dan spasial sebagai baseline penerapan PM-AAS, sehingga rekomendasi pengelolaan tanah, pemupukan, dan tata air dapat disusun secara lebih akurat sesuai karakteristik lahan. Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mengoptimalkan produktivitas pada kawasan cetak sawah baru maupun lahan sawah eksisting.
Selama kegiatan berlangsung, Gapoktan dan petani menyampaikan antusiasme yang tinggi terhadap rencana penerapan PM-AAS. Mereka berharap teknologi pertanian modern yang didukung data akurat dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta kesejahteraan petani di Kabupaten Merauke.
Melalui kegiatan ini, BRMP SDLP menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung modernisasi pertanian. Sinergi antara pemerintah, lembaga teknis, Brigade Pangan, dan petani diharapkan mampu mempercepat implementasi PM-AAS sebagai salah satu strategi mewujudkan pertanian maju, mandiri, modern, dan memperkuat swasembada pangan nasional.