Perkuat Kapasitas Petani dan Penyuluh, BRMP SDLP Diseminasikan Teknologi Sumber Daya Lahan
Baleendah, 23 Oktober 2026 – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Universitas Padjadjaran (UNPAD) menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bertema “Penguatan Kapasitas Petani dan Penyuluh dalam Pemanfaatan Informasi Sumber Daya Lahan untuk Perencanaan Tanam”. Kegiatan ini berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baleendah, Kampung Rancamanuk, Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas petani dan penyuluh di wilayah binaan BPP Baleendah mengikuti kegiatan ini. Bimtek bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan informasi sumber daya lahan sebagai dasar perencanaan tanam dan pengelolaan usaha tani yang lebih tepat. Materi yang disampaikan meliputi status hara tanah, pemanfaatan teknologi rekomendasi pemupukan, penggunaan perangkat uji tanah, serta penerapan Sistem Informasi Adaptif untuk Perencanaan Tanam (SIAP TANAM) guna mendukung pengambilan keputusan di bidang pertanian.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Setiyo Purwanto dari BRMP SDLP, Diah Puspita Hati dan Haries Satyawardhana dari BRIN. Para narasumber berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi dan informasi sumber daya lahan untuk mendukung perencanaan tanam, pengelolaan hara, serta penerapan pemupukan yang lebih efisien dan berimbang.
Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan tingginya minat petani dan penyuluh terhadap pemanfaatan teknologi dalam mendukung kegiatan usaha tani. Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan teknologi di lapangan, BRMP SDLP juga menyerahkan paket teknologi rekomendasi pemupukan berimbang, Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK), dan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) kepada BPP Baleendah.
Melalui kegiatan ini, BRMP SDLP berharap pengetahuan dan teknologi yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh petani dan penyuluh dalam menentukan kebutuhan pemupukan serta menyusun perencanaan tanam sesuai dengan kondisi lahan. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan pertanian presisi berbasis informasi sumber daya lahan untuk mendukung efisiensi penggunaan sarana produksi dan peningkatan produktivitas pertanian.