Pertemuan ke-30 EWG-MRLs ASEAN Dorong Keamanan Pangan dan Perdagangan Pertanian Regional
Bogor, 11–13 Mei 2026 — Indonesia melalui BRMP SDLP-Kementerian Pertanian, menjadi tuan rumah penyelenggaraan The Thirtieth Meeting of the Expert Working Group on the Harmonization of Maximum Residue Limits (EWG-MRLs) of Pesticides among ASEAN Countries yang berlangsung pada 11–13 Mei 2026 di Bogor, Jawa Barat. Pertemuan tingkat ASEAN ini mempertemukan para pakar, regulator, dan perwakilan negara anggota ASEAN guna memperkuat harmonisasi standar batas maksimum residu pestisida (Maximum Residue Limits/MRLs) pada komoditas pertanian di kawasan ASEAN.
Kegiatan diawali dengan Engagement Session with EWG-MRLs Dialogue Partners sebagai forum diskusi strategis antara negara anggota ASEAN dan mitra dialog dalam memperkuat kerja sama pengelolaan keamanan pangan dan perdagangan komoditas pertanian. Pada sesi pembukaan, Indonesia selaku tuan rumah yang diwakili Sekretaris BRMP, Husnain, menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung harmonisasi MRL pestisida ASEAN melalui pendekatan berbasis sains, penguatan kapasitas laboratorium, serta peningkatan kerja sama teknis dan pertukaran pengetahuan antarnegara anggota. Indonesia meyakini bahwa harmonisasi standar residu pestisida ASEAN akan memberikan manfaat penting bagi perlindungan kesehatan masyarakat, keamanan pangan, dan peningkatan daya saing perdagangan pertanian regional maupun global.
Selama dua hari pelaksanaan sidang, peserta membahas berbagai agenda penting terkait harmonisasi MRL pestisida untuk berbagai komoditas pertanian, seperti cabai, seledri, daun bawang, ketumbar, dan padi. Pembahasan mencakup konfirmasi harmonisasi MRL pestisida yang telah dibahas sebelumnya maupun usulan baru yang diajukan negara anggota. Pertemuan ini juga membahas perkembangan adopsi ASEAN Harmonised MRLs menjadi standar nasional masing-masing negara anggota, serta peninjauan kerangka penetapan MRL ASEAN guna memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat dan memfasilitasi perdagangan produk pertanian antarnegara ASEAN. Selain itu, dibahas pula rencana aksi komoditas pertanian ASEAN periode 2026–2030 dan pembaruan daftar Highly Hazardous Pesticides (HHPs) di kawasan ASEAN.
Menutup rangkaian kegiatan selama dua hari pertemuan, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) Asdianto, menyampaikan bahwa berbagai kemajuan yang dicapai mencerminkan komitmen kuat negara-negara anggota ASEAN dan para mitra dialog dalam memperkuat sistem keamanan pangan, memfasilitasi perdagangan regional, serta menjamin perlindungan konsumen melalui pendekatan berbasis sains. Melalui hasil pertemuan ini, diharapkan kerja sama ASEAN dalam harmonisasi standar MRL pestisida semakin solid guna mendukung terwujudnya sektor pertanian yang lebih terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Kebun Raya Bogor dan Museum Tanah dan Pertanian pada 13 Mei 2026 yang juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata dan kekayaan alam Indonesia kepada para delegasi negara peserta.