Sosialisasi Online #6: Sistem Informasi Tanah Nasional untuk Pembangunan Nasional
Bogor, 29 Juli 2026 – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) kembali menggelar sosialisasi online seri #6 bertajuk “Sistem Informasi Tanah Nasional untuk Beragam Kepentingan Pembangunan Nasional”. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya data tanah yang akurat menjadi satu fondasi penting dalam pembangunan nasional.
Sosialisasi ini menghadirkan Setiyo Purwanto sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa pengembangan Sistem Informasi Tanah Nasional diawali dengan pengumpulan data tanah, baik melalui akses terhadap data yang telah tersedia, pengumpulan data baru di lapangan, maupun kombinasi keduanya. Salah satu tahapan penting adalah pembaruan legacy soil data, yaitu proses digitalisasi data tanah yang sebelumnya masih tersimpan dalam bentuk peta, atlas, buku, maupun dokumen cetak lainnya.
Tahapan berikutnya adalah analisis laboratorium, yang harus dilakukan secara konsisten agar menghasilkan interpretasi data yang akurat. Pada skala nasional, laboratorium tanah yang menjadi rujukan diharapkan telah terakreditasi ISO 17025, sementara dalam pengembangan metode analisis, Indonesia turut berpartisipasi dalam Global Soil Laboratory Network (GLOSOLAN) sebagai bagian dari jejaring laboratorium tanah internasional.
Proses pengelolaan data juga mencakup pengarsipan data tanah, yaitu penataan secara sistematis terhadap sampel laboratorium, spesimen tanah, dokumen, serta laporan yang berkaitan dengan data digital dalam Sistem Informasi Tanah Nasional. Selanjutnya, data diorganisasikan melalui sistem manajemen data yang mencakup profil tanah, hasil analisis laboratorium, lokasi pengambilan sampel, dokumentasi, dan metadata.
“Pengelolaan data tanah seperti mengelola sebuah perpustakaan. Profil tanah dianalogikan sebagai buku, hasil analisis laboratorium sebagai isi buku, lokasi atau koordinat sebagai posisi buku di rak, sedangkan dokumentasi dan metadata sebagai katalog yang memudahkan pencarian informasi” ujar Setiyo.
Data yang telah terorganisasi kemudian dimanfaatkan dalam pemodelan dan pemetaan tanah, sehingga menghasilkan informasi spasial yang dapat diterapkan pada berbagai skala, mulai dari tingkat lahan pertanian, wilayah, hingga tingkat nasional dan global. Informasi tersebut menjadi dasar dalam mendukung berbagai kebutuhan pembangunan yang berbasis data.
Pada kesempatan ini juga disampaikan bahwa BRMP SDLP sebagai salah satu lembaga penyedia data tanah nasional tengah melakukan revitalisasi Sistem Informasi Tanah Nasional "INA SOIL" yang direncanakan diluncurkan pada bulan Agustus. Versi terbaru INA SOIL menghadirkan berbagai pembaruan, di antaranya tampilan peta yang lebih interaktif dengan fitur penunjuk lokasi (pointer), pilihan latar belakang peta, serta informasi tanah yang dapat diakses secara langsung berdasarkan lokasi yang dipilih. Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan kemudahan akses informasi serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, akademisi, dunia usaha, maupun pemerintah.
Selain sebagai media penyajian data dan informasi, Sistem Informasi Tanah Nasional diharapkan mampu mendukung proses penyusunan kebijakan dan evaluasi pembangunan nasional yang lebih tepat sasaran. Seluruh proses, mulai dari pengumpulan data hingga penyajian informasi, harus dilaksanakan sesuai prosedur dan standar yang berlaku agar menghasilkan data yang valid, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.