BRMP SDLP Sinergikan 100 Petani Kentang Garut Ikuti Bimtek Pengelolaan Hara Berbasis PUTK
Garut, 19-22 Agustus 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (iCARE) melalui kegiatan Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) komoditas kentang, dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan hara. Kegiatan yang berhasil menyasar 100 orang petani dari tiga kecamatan sentra kentang, yakni Kecamatan Cikajang, Cisurupan, dan Cigedug ini, bertujuan untuk membekali para petani dengan ilmu pemupukan spesifik lokasi. Hal ini menjadi langkah strategis guna mewujudkan budidaya kentang yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di Kabupaten Garut.
Acara dibuka dengan pemaparan materi bertajuk “Membuka Wawasan Potensi Budidaya Kentang di Kabupaten Garut” yang disampaikan oleh Plh. Kabid Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Bapak Reza. Dalam sesinya, beliau memaparkan gambaran besar mengenai potensi luar biasa komoditas kentang di Garut, serta pentingnya pengelolaan lahan yang tepat guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen petani lokal di tengah tantangan iklim dan pasar.
Fokus utama Bimtek kemudian beralih pada materi pengenalan dan praktik langsung Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) yang dipandu oleh tim dari BRMP Tanah dan Pupuk, yaitu Ulfa M. dan Naufal. Para petani diajarkan cara menganalisis status hara lahan mereka secara mandiri menggunakan soil test kit PUTK. Metode ini dinilai sangat revolusioner dan memudahkan petani karena memungkinkan mereka mengetahui tingkat kesuburan tanah dalam waktu kurang dari satu jam. Dengan PUTK, petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar atau repot membawa sampel tanah ke laboratorium, sehingga mereka dapat langsung menentukan racikan dan dosis pupuk yang tepat sesuai kebutuhan spesifik lahan mereka.
Antusiasme peserta terlihat jelas pada sesi penyampaian kesan dan pesan di akhir acara. Perwakilan peserta, Bapak Deden, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas penyelenggaraan Bimtek ini. "Saya sangat senang dengan bimtek kali ini karena tidak hanya memberikan ilmu baru tentang analisis kesuburan tanah menggunakan PUTK, tetapi juga memberikan motivasi bagi kami para petani untuk lebih peduli pada konservasi lingkungan," ungkap Deden. Menutup keterangannya, ia mewakili para petani berharap ke depannya pemerintah dapat memberikan bantuan alat PUTK kepada kelompok tani, serta terus menggelar sharing ilmu serupa demi kemajuan dan kemandirian petani kentang di Kabupaten Garut.
Selanjutnya, guna menjaga kesinambungan program dan memastikan keberhasilan pelaksanaan di wilayah berikutnya, tim BRMP SDLP bersama BRMP Tanah dan Pupuk menggelar rapat koordinasi persiapan. Pertemuan ini dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukaresmi dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan setempat, di antaranya Koordinator Penyuluh Kecamatan Sukaresmi, Bapak Dani, beserta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) lingkup Sukaresmi. Turut hadir dalam koordinasi tersebut, Fasilitator iCARE Kecamatan Pasirwangi, Bapak Acep.
Sinergi yang kuat antara BRMP SDLP, BRMP Hortikultura, Dinas Pertanian, serta para penyuluh dan fasilitator lapangan di Sukaresmi maupun Pasirwangi ini menjadi kunci utama. Harapannya, kegiatan di Pasirwangi mendatang dapat lebih terstruktur, membawa solusi nyata bagi permasalahan kesuburan tanah, serta mewujudkan modernisasi pertanian yang berkelanjutan bagi para petani kentang di Garut.