ICARE BRMP SDLP Bekali 100 Petani Bumiayu Teknologi PUTS untuk Lahan Sehat
Sebanyak 100 petani di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, mendapatkan wawasan strategis mengenai manajemen lahan berkelanjutan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE). Kegiatan yang digelar oleh Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Sumber Daya Lahan Pertanian (BRMP SDLP) pada 16-19 September 2026 ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan produktivitas padi di wilayah tersebut.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Bank Dunia, dengan tujuan memperkuat rantai nilai komoditas padi di Jawa Tengah. Ketua Tim Kerja Pengelolaan SDM BRMP SDLP, Iman Kurnia Safarwan, menekankan pentingnya momentum ini bagi para petani. "Kami mengimbau peserta untuk menyerap seluruh ilmu dan keterampilan baru yang dibagikan, sebagai bekal utama dalam mengelola lahan yang lebih produktif," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, PJ kegiatan ICARE BRMP SDLP Kabupaten Brebes, Oka Pradhita Priyangga, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata sinergi pemerintah pusat dan lembaga internasional untuk kemajuan pertanian lokal.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Karim, menilai inisiatif ini sangat selaras dengan arahan Asta Cita ke-2 Presiden Prabowo dan Wapres Gibran terkait kemandirian bangsa melalui swasembada pangan. Selain itu, program ini juga berjalan beriringan dengan visi "Brebes Berkeadaban" yang bertekad memajukan potensi sektor pertanian daerah.
Dalam paparannya, Karim menyoroti urgensi penanganan masalah kelelahan lahan (soil fatigue) yang kian nyata. Kondisi ini dipicu oleh minimnya pengembalian bahan organik ke tanah serta ketergantungan pada pupuk kimia secara intensif. "Dampaknya sangat terasa, mulai dari penurunan produktivitas, kerusakan struktur tanah, hingga pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, kunci kesuburan kembali ada pada pengurangan pupuk kimia dan penambahan pupuk organik," tegas Karim.
Sebagai solusi teknis, Puji Wuningrum dan Jubaedah dari BRMP Tanah dan Pupuk memperkenalkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Alat ini memungkinkan petani mengukur kadar unsur hara esensial (N, P, K) dan tingkat keasaman (pH) secara cepat dan langsung di lokasi. Melalui praktik langsung di lapangan, para petani dipandu cara membaca hasil uji tanah untuk menentukan dosis pupuk—seperti Urea, SP-36, atau KCl—secara presisi sesuai kebutuhan riil tanaman.
Pendampingan intensif melalui KMP ICARE ini tidak hanya berhenti pada teori, melainkan memberikan solusi aplikatif bagi petani untuk mengelola lahan secara efisien. Dengan pendekatan pemupukan yang tepat guna ini, pemborosan biaya produksi dapat ditekan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, yang pada akhirnya bermuara pada penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Brebes.